Pidato Presiden Kontradiktif dengan Realitas
Anggota Komisi IX DPR RI Okky Asokawati menilai pidato Presiden Jokowi mengenai RAPBN 2017 terkesan kontradiktif dengan hal yang terjadi sekarang ini. Hal itu diungkapkan usia menghadiri Rapat Paripurna DPR Ri mengenai Pidato RAPBN 2017 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta pada Selasa, (16/08/2016).
“Saya di Komisi IX, yang beliau katakan adalah kontradiktif dengan hal yang terjadi sekarang, meskipun jika saya menyimak tadi nampakanya Pak Jokowi paham betul bahwa kapasitas dan meningkatan SDM adalah sesuatu yang perlu,” ujarnya.
Misalnya di saat bicara pengangguran, justru yang terjadi adalah tenaga asing yang membanjiri proyek pembangunan di Indonesia. Ia pun menegaskan akan terus mengawal proses tersebut. Pasalnya, tenaga asing kini sudah cukup banyak dan dikhawatirkan akan mengancam keberlangsungan tenaga lokal.
“Misalnya pengangguran, di lain pihak beliau justru membolehkan tenaga aisng membanjiri proyek di indonesia. Saya melihat itu bagus diatas kertas, dan untuk pelaksanaannya perlu dikawal,” tuturnya.
Politisi PPP ini menegaskan akan terus mengawal pemerintah dalam pembangunan di bidang kesehatan. Karena dalam pidato tersebut, Presiden mengatakan masalah kesehatan dan pendidikan yang menjadi utama. “Saya sendiri aka terus mengawal soal kesehatan. seperti sejauh apa revitalisasi rumah sakit, puskesmas dan sejauh apa masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan. Karena tadi beliau bilang masalah kesehatan dan pendidikan yang diutamakan,” pungkasnya. (hs,mp), foto : jayadi_tim parle/hr.